Sekilas tentang IMF

2 November, 2017

Dana Moneter Internasional, atau IMF, mendorong stabilitas keuangan internasional dan kerjasama moneter. IMF juga memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong perluasan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta membantu mengurangi kemiskinan global. IMF diatur oleh dan bertanggung jawab kepada 189 negara anggotanya.

Pendirian dan misi: IMF didirikan pada Juli 1944 dalam Konferensi Bretton Woods di New Hampshire, Amerika Serikat. Sebanyak 44 negara yang hadir saat itu berupaya membentuk sebuah kerangka kerjasama ekonomi internasional guna mencegah terulangnya devaluasi mata uang kompetitif yang telah mengakibatkan Depresi Besar tahun 1930-an. Misi utama IMF adalah menjamin stabilitas sistem moneter internasional, yakni sistem nilai tukar dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara-negara dan para warganya bertransaksi satu sama lain.


Pengawasan: Untuk menjaga stabilitas dan mencegah krisis dalam sistem moneter internasional, IMF memantau kebijakan negara anggota serta perkembangan ekonomi dan keuangan nasional, regional, dan global melalui suatu sistem yang disebut pengawasan (surveillance). IMF memberi saran kepada negara anggota dan mendorong rancangan kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan stabilitas ekonomi, mengurangi kerentanan terhadap krisis ekonomi dan keuangan, dan memperbaiki standar hidup. IMF juga memberi penilaian berkala mengenai prospek global dalam laporan Outlook Ekonomi Dunia (World Economic Outlook), pasar keuangan dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global (Global Financial Stability Report), perkembangan keuangan pemerintah dalam Monitor Fiskal (Fiscal Monitor), dan mengenai posisi sektor eksternal negara-negara terbesar dalam Laporan Sektor Eksternal (External Sector Report), serta serangkaian outlook ekonomi kawasan.


Bantuan keuangan: Penyediaan pinjaman kepada negara anggota yang sedang ataupun yang berpotensi mengalami masalah neraca pembayaran adalah tanggung jawab utama IMF. Program pinjaman bagi tiap negara dirancang melalui kerjasama erat bersama IMF serta didukung oleh dana IMF, sedangkan kelanjutan pinjaman tergantung pada efektifitas penerapan penyesuaian kebijakan dalam program pinjaman tersebut. Menanggapi krisis ekonomi global, pada April 2009, IMF memperkuat kapasitas pinjamannya dan menyetujui reformasi besar terhadap mekanisme bantuan keuangannya, dengan mengeluarkan sejumlah reformasi yang diadopsi tahun 2010 dan 2011. Reformasi ini memperbaiki toolkit pencegahan krisis IMF, meningkatkan kemampuannya dalam mengurangi penularan saat terjadi krisis sistemik, serta membuka jalan bagi IMF untuk menyediakan instrumen yang lebih baik sesuai kebutuhan masing-masing negara anggota.


Sumber pinjaman untuk negara-negara berpendapatan rendah telah ditingkatkan secara drastis tahun 2009, sedangkan rata-rata nilai maksimal pinjaman lunak (concessional) atau tanpa bunga dari IMF naik dua kali lipat. Berdasarkan kesepakatan baru yang diberlakukan Januari 2016, komitmen keuangan negara anggota untuk IMF, yang juga disebut sebagai kuota, telah ditingkatkan secara signifikan (lihat di tabel bawah), dan nilai maksimal fasilitas pinjaman non-lunak yang bisa diakses negara anggota telah ditinjau kembali dan ditingkatkan. Selain itu, suku bunga nol persen untuk pinjaman lunak telah diperpanjang hingga akhir 2018, sedangkan suku bunga untuk pembiayaan darurat telah ditetapkan nol persen secara permanen. Berbagai upaya juga ditempuh untuk mendapatkan tambahan sumber dana pinjaman sekitar SDR11 miliar (sekitar US$16 miliar) guna mendukung program pinjaman konsesional IMF.

Pengembangan kapasitas: IMF menyediakan bantuan teknis dan pelatihan untuk membantu negara-negara anggota membangun institusi ekonomi yang lebih baik serta memperkuat kapasitas SDM-nya. Bantuan ini mencakup, antara lain, cara merancang dan menerapkan kebijakan yang lebih efektif di bidang perpajakan dan administrasi, manajemen anggaran belanja, kebijakan moneter dan nilai tukar, pengawasan dan peraturan sistem perbankan dan keuangan, kerangka legislatif, dan statistik ekonomi.

SDR: IMF menerbitkan aset cadangan internasional yang disebut Special Drawing Rights atau SDR, yang dapat melengkapi cadangan devisa negara-negara anggota. Total alokasi SDR saat ini sekitar SDR204 miliar (sekitar US$290 miliar). Anggota IMF dapat secara sukarela menukarkan SDR dengan mata uang mereka masing-masing. 

Sumber keuangan: Kuota negara anggota adalah sumber utama keuangan IMF. Kuota anggota mencerminkan ukuran dan posisi negara dalam ekonomi dunia. Dengan disetujuinya General Review Kuota ke-14 baru-baru ini, total sumber kuota sekarang sekitar SDR475 miliar (sekitar US$645 miliar). Selain itu, kesepakatan kredit antara IMF dengan sekelompok negara anggota dan institusi menyediakan sumber tambahan sekitar SDR182 miliar (US$258 miliar), dan merupakan cadangan utama selain kuota. Negara-negara anggota juga telah mengkomitmenkan sumber keuangan untuk meningkatkan sumber pinjaman darurat melalui sejumlah kesepakatan kredit bilateral. Total komitmen dalam kerangka kredit 2016 saat ini mencapai SDR319 miliar (US$450 miliar).

Governance dan organisasi: IMF bertanggung jawab kepada pemerintah negara anggotanya. Level tertinggi dalam struktur organisasi IMF adalah  Dewan Gubernur, yang terdiri dari satu gubernur dan satu gubernur alternatif dari masing-masing negara anggota, biasanya pejabat tinggi dari bank sentral atau kementerian keuangan. Dewan Gubernur mengadakan pertemuan setahun sekali pada  Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia. Sebanyak 24 gubernur bertugas di Komite Moneter dan Keuangan Internasional, atau IMFC. Komite ini memberi saran kepada Dewan Gubernur terkait pengawasan dan pengelolaan sistem moneter dan keuangan internasional. Tugas sehari-hari IMF diawasi oleh Dewan Eksekutif yang terdiri dari 24 direktur, yang mewakili seluruh keanggotaan IMF dan dipandu oleh IMFC serta didukung oleh staf IMF. Direktur Pelaksana (Managing Director) adalah kepala staf IMF dan merupakan ketua Dewan Eksekutif dan dibantu oleh empat Wakil Direktur Pelaksana.

Fakta Ringkas IMF

 

  • Keanggotaan: 189 negara
  • Kantor Pusat: Washington, DC.
  • Dewan Eksekutif: 24 direktur masing-masing mewakili satu negara atau sekelompok negara
  • Staf: Sekitar 2.700 orang dari 150 negara
  • Total kuota: SDR475 miliar (US$674 miliar) (per September 2017)
  • Kapasitas sumber kredit: SDR460 miliar (US$652 miliar) (per September 2017)
  • Nilai komitmen pinjaman yang aktif saat ini (per September 2017): SDR113 miliar (US$160 miliar). Porsi SDR101 miliar (US$143 miliar) belum ditarik (lihat tabel).
  • Peminjam terbesar (berdasarkan jumlah utang per September 2017): Yunani, Ukraina, Portugal, Pakistan
  • Pinjaman cadangan (precautionary) terbesar (per September 2017): Meksiko, Kolombia, Polandia, Maroko
  • Konsultasi pengawasan (konsultasi Article IV): 132 konsultasi tahun 2014, 124 tahun 2015, dan 132 tahun 2016.
  • Bantuan pengembangan kapasitas: US$332 juta di tahun fiskal 2016, atau lebih dari seperempat total anggaran IMF
  • Tujuan utama:
    • Mendorong kerjasama moneter internasional;
    • Memfasilitasi perluasan dan pertumbuhan perdagangan internasional yang seimbang;
    • Mendorong stabilitas nilai tukar;
    • Membantu pembentukan sistem pembayaran multilateral; dan
    • Menyediakan sumber bantuan (yang disertai dengan sistem safeguard yang memadai) kepada negara anggota yang mengalami masalah necara pembayaran.