## 0717weoupdatei

## Source details

**Canonical URL:** [0717weoupdatei](https://www.imf.org/-/media/files/publications/weo/2017/july/bahasa/0717weoupdatei.pdf)

## Other formats

- [Markdown version](/-/media/files/publications/weo/2017/july/bahasa/0717weoupdatei.pdf.md)
- [Structured JSON version](/-/media/files/publications/weo/2017/july/bahasa/0717weoupdatei.pdf.json)

---

### Sebuah Pemulihan yang Menguat — Ringkasan utama
- Peningkatan dalam pertumbuhan global yang diantisipasi dalam WEO April masih berjalan sesuai dengan proyeksi output global sebesar 3,5 persen pada 2017 dan 3,6 persen pada 2018.
- Proyeksi global yang tidak berubah itu menyembunyikan kontribusi berbeda-beda pada tingkat negara:
  - Proyeksi pertumbuhan A.S. lebih rendah dibandingkan April, terutama mencerminkan asumsi kebijakan fiskal akan kurang ekspansif.
  - Pertumbuhan telah direvisi untuk Jepang dan khususnya kawasan euro, dengan momentum yang mantap.
  - Proyeksi pertumbuhan Tiongkok direvisi ke atas, mencerminkan kuartal pertama 2017 yang kuat dan harapan dukungan fiskal berkesinambungan.
- Inflasi di ekonomi negara-negara maju tetap lemah dan umumnya di bawah sasaran; inflasi juga menurun di beberapa ekonomi emerging seperti Brasil, India, dan Rusia.
- Risiko jangka pendek relatif seimbang; risiko jangka menengah masih cenderung kurang menguntungkan.

### Perkiraan dan Proyeksi — Temuan utama
- Proyeksi global:
  - Pertumbuhan global diproyeksikan 3,5 persen pada 2017 dan 3,6 persen pada 2018 (tidak berubah dari ramalan April untuk agregat global).
  - Pertumbuhan global untuk 2016 kini diramalkan 3,2 persen.
- Negara maju (pilihan):
  - Amerika Serikat: ramalan pertumbuhan direvisi dari 2,3 persen menjadi 2,1 persen pada 2017, dan dari 2,5 persen menjadi 2,1 persen pada 2018.
  - Inggris: ramalan pertumbuhan direvisi lebih rendah untuk 2017.
  - Kawasan euro (Perancis, Jerman, Italia, Spanyol): proyeksi 2017 direvisi lebih tinggi.
  - Kanada: pertumbuhan kuartal-pertama sampai 3,7 persen; proyeksi 2017 direvisi lebih tinggi.
  - Jepang: proyeksi 2017 direvisi marginal lebih tinggi.
- Negara emerging dan sedang berkembang (pilihan):
  - Agregat: naik dari 4,3 persen pada 2016 menjadi 4,6 persen pada 2017, dan 4,8 persen pada 2018.
  - Revisi relatif terhadap April: +0,2 persen untuk 2016 dan +0,1 persen untuk 2017 pada agregat emerging.
  - Tiongkok: diperkirakan tetap 6,7 persen pada 2017 (sama seperti 2016) dan menurun sedikit pada 2018 menjadi 6,4 persen; ramalan 2017 direvisi ke atas sebesar 0,1 persen, dan untuk 2018 direvisi ke atas sebesar 0,2 persen.
  - India: pertumbuhan 2016 pada 7,1 persen; pertumbuhan diproyeksikan meningkat pada 2017 dan 2018 sesuai ramalan April.
  - ASEAN-5: pertumbuhan diproyeksikan tetap mantap sekitar 5 persen.
  - Turki: ramalan 2017 lebih besar didorong oleh pemulihan ekspor.
  - Rusia: diproyeksikan pulih secara bertahap pada 2017 dan 2018 sesuai ramalan April.
  - Brasil: ramalan pertumbuhan 2017 kini lebih tinggi; proyeksi 2018 lebih kecil karena kelemahan permintaan domestik dan ketidak-pastian politik.
  - Meksiko: ramalan 2017 direvisi ke atas dari 1,7 menjadi 1,9 persen; ramalan 2018 tidak berubah.
- Kawasan lain:
  - Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, Pakistan: diproyeksikan banyak melambat pada 2017 terutama karena penurunan kegiatan di negara pengekspor minyak, sebelum pulih pada 2018.
  - Afrika Sub-Sahara: pertumbuhan diproyeksikan naik pada 2017 dan 2018 tetapi hanya hampir mencapai teritori positif dari segi per kapita tahun ini untuk keseluruhan kawasan; sekitar sepertiga negara di kawasan akan tetap mengalami pertumbuhan per kapita negatif.

### Perkembangan pasar, komoditas, dan aliran modal
- Komoditas dan inflasi:
  - Harga minyak sudah turun, mencerminkan tingkat inventori tinggi di Amerika Serikat dan kenaikan persediaan.
  - Inflasi headline umum melunak; inflasi inti umumnya tetap stabil.
  - Beberapa negara emerging seperti Brasil dan Rusia menyaksikan penurunan inflasi inti yang besar.
- Obligasi dan pasar ekuitas:
  - Yield obligasi jangka panjang di negara maju turun sejak Maret lalu naik lagi pada akhir Juni dan awal Juli.
  - Bank Sentral A.S. menaikkan suku bunga jangka pendek pada Juni, tetapi pasar masih mengharapkan jalur bertahap normalisasi kebijakan moneter A.S.
  - Tebaran obligasi Jerman mengecil di Perancis, Italia, dan Spanyol setelah ketidak-pastian pemilihan berkurang.
  - Harga ekuitas di negara maju tetap kuat; pasar emerging juga menunjukkan penguatan ekuitas dan penyusutan tebaran suku bunga, kecuali eksportir minyak yang tertekan.
- Nilai tukar dan aliran modal:
  - Sejak akhir Juni, dolar A.S. mengalami depresiasi sekitar 3½ persen dari segi real effective sejak Maret.
  - Euro menguat sekitar 3½ persen karena meningkatnya kepercayaan terhadap pemulihan kawasan euro dan penurunan risiko politik.
  - Perubahan nilai tukar di mata uang emerging relatif kecil; peso Meksiko agak menguat; real Brasil mengalami depresiasi.
  - Aliran modal ke negara emerging tetap bertahan pada bulan-bulan pertama 2017, dengan kenaikan penting dalam aliran masuk portfolio non-penduduk.

### Risiko — Ringkasan dan item spesifik
- Gambaran umum:
  - Risiko jangka pendek umumnya berimbang; risiko jangka menengah cenderung pesimis.
- Risiko spesifik yang diidentifikasi:
  - Pelaksanaan kebijakan fiskal A.S. bisa bersisi dua: stimulus fiskal dapat mendorong output di atas baseline; konsolidasi belanja akan menurunkannya.
  - Koreksi pasar akibat valuasi pasar yang kaya dan volatilitas yang sangat rendah bisa meredam pertumbuhan dan kepercayaan.
  - Pengalihan kebijakan di Tiongkok yang lebih mendukung (termasuk pertumbuhan kredit yang kuat) meningkatkan risiko negatif untuk pertumbuhan jangka menengah dan risiko kerugian karena kenaikan hutang apabila penyesuaian fiskal ditunda.
  - Normalisasi kebijakan moneter yang lebih cepat di Amerika Serikat bisa memperketat kondisi finansial global, memicu pembalikan arus modal ke negara emerging, dan mengapresiasi dolar A.S., menekan ekonomi dengan hutang besar atau patok dolar.
  - Neraca bank yang lemah di beberapa negara kawasan euro dan prospek profitabilitas yang buruk bisa berinteraksi dengan risiko politik dan memicu keprihatinan stabilitas finansial serta kenaikan suku bunga jangka panjang yang memperburuk dinamika hutang publik.
  - Kemunduran atas penguatan regulasi finansial dan pengawasan sejak krisis bisa mengurangi buffer modal dan likuiditas atau melemahkan efektivitas pengawasan.
  - Penurunan harga komoditas yang berkepanjangan akan memperburuk tekanan makro-ekonomi dan mempersulit penyesuaian di banyak negara pengekspor komoditas.
  - Kurun ketidak-pastian kebijakan yang berlarut-larut (misalnya kebijakan regulasi dan fiskal A.S., perundingan pasca-Brexit, risiko geopolitik) bisa merugikan kepercayaan, menghambat investasi swasta, dan memperlemah pertumbuhan.
  - Untuk jangka panjang, kegagalan mendorong pertumbuhan potensial dan membuat pertumbuhan lebih inklusif bisa memicu proteksionisme dan menghambat reformasi.

### Rekomendasi kebijakan dan fokus reformasi
- Kebijakan makroekonomi:
  - Penetapan kebijakan harus tetap konsisten dengan penghapusan harapan inflasi sesuai sasaran, menutup senjang output, dan - di mana tepat - penyeimbangan kembali eksternal.
  - Mengingat inflasi inti dan tekanan upah yang lemah, kebijakan perlu tetap berorientasi pada mencapai sasaran inflasi dan menutup output gap.
- Reformasi struktural:
  - Reformasi untuk mendorong output potensial sangat penting di mana-mana.
  - Karena pertumbuhan output keseluruhan lamban, berbagi kemajuan secara lebih luas dan lintas distribusi pendapatan menjadi semakin penting.
- Stabilitas finansial:
  - Risiko stabilitas finansial perlu dipantau secara ketat di dalam ekonomi negara-negara.
  - Di Tiongkok, perlu meneruskan fokus pada tanggapan terhadap risiko sektor finansial dan mengerem pertumbuhan kredit yang berlebihan, termasuk lewat kebijakan makroprudensial lebih ketat.
  - Hindari kemunduran atas penguatan regulasi finansial dan pengawasan yang telah dicapai sejak krisis.
- Kebijakan bagi eksportir komoditas:
  - Eksportir komoditas harus meneruskan penyesuaian dengan pendapatan yang lebih rendah sambil melakukan diversifikasi terhadap sumber pertumbuhan mereka seiring waktu.

### Risiko dan dampak utama (Section 2) — Ringkasan
- Dampak potensial non-ekonomi:
  - Gangguan pada mata rantai pasokan global, produktivitas global yang menurun, dan produk konsumen yang tidak terjangkau, yang sebagian besar akan merugikan rumah tangga berpendapatan rendah.
  - Ketegangan geo-politik yang meningkat, pertikaian politik domestik, dan goncangan akibat pemerintahan lemah dan korupsi bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi.
- Interaksi risiko:
  - Risiko-risiko saling terhubungkan dan dapat saling memperkuat; contoh: pergeseran kebijakan terkait ketegangan geopolitik, goncangan non-ekonomi yang merugikan kepercayaan, atau pengetatan kondisi finansial global yang memicu pembalikan arus modal keluar dari negara-negara emerging.

### Opsi kebijakan dan rekomendasi (Section 2)
- Memperkuat momentum:
  - Perilaku berbeda terhadap kebijakan moneter dan fiskal adalah pendekatan yang tepat, mengingat kondisi siklis yang beragam.
  - Di negara-negara maju di mana permintaan masih lesu dan inflasi terlalu rendah, dukungan moneter dan (di mana laik) fiskal harus diteruskan.
  - Di tempat lainnya kebijakan moneter harus menjadi normal secara bertahap, sesuai dengan perkembangan ekonomi, dan kebijakan fiskal harus difokuskan kepada dukungan untuk reformasi yang ditujukan pada perluasan potensi suplai ekonomi.
  - Negara-negara yang membutuhkan konsolidasi fiskal harus melakukannya dengan langkah-langkah yang ramah terhadap pertumbuhan.
  - Negara dengan ekonomi emerging harus terus membiarkan nilai tukar meredam goncangan, kapan saja hal itu dimungkinkan.
- Membuat pertumbuhan handal dan berimbang:
  - Percepat perbaikan neraca sektor swasta dan jamin kesinambungan hutang publik sebagai fondasi pemulihan yang kuat.
  - Upaya baik dari negara surplus maupun defisit adalah mengurangi ketidak-seimbangan dalam neraca transaksi berjalan mereka.
- Mempertahankan pertumbuhan tinggi dan inklusif jangka panjang:
  - Reformasi struktural terurut dan disesuaikan untuk mendorong produktivitas dan investasi.
  - Langkah untuk memperkecil senjang partisipasi gender dalam pasar tenaga kerja, dan dukungan aktif untuk mereka yang dirugikan oleh perubahan teknologi atau perdagangan.
- Prioritas bagi negara berkembang dan berpendapatan rendah, khususnya eksportir komoditas:
  - Penyesuaian besar untuk memperbaiki ketidak-seimbangan makroekonomi.
  - Tantangan lebih besar bagi eksportir bahan bakar akibat turunnya harga minyak.
  - Sasaran: meningkatkan ketahanan terhadap goncangan lewat penguatan posisi fiskal dan cadangan valuta asing sementara pertumbuhan masih kuat.

### Proyeksi dan angka utama (pilihan) — Tabel angka yang disorot
- Output Dunia: 3.4 3.2 3.5 3.6 0.0 0.0 3.2 3.5 3.7
- Negara Maju: 2.1 1.7 2.0 1.9 0.0–0.1 2.0 1.9 1.9
- Amerika Serikat: 2.6 1.6 2.1 2.1–0.2–0.4 2.0 2.0 2.3
- Kawasan Euro: 2.0 1.8 1.9 1.7 0.2 0.1 1.8 1.9 1.7
- Jepang: 1.1 1.0 1.3 0.6 0.1 0.0 1.6 1.2 0.5
- Inggris: 2.2 1.8 1.7 1.5–0.3 0.0 1.9 1.4 1.4
- Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 4.3 4.3 4.6 4.8 0.1 0.0 4.2 4.9 5.2
- Negara Emerging dan Sedang Berkembang Asia: 6.8 6.4 6.5 6.5 0.1 0.1 6.3 6.6 6.5
- Tiongkok: 6.9 6.7 6.7 6.4 0.1 0.2 6.8 6.4 6.4
- India: 8.0 7.1 7.2 7.7 0.0 0.0 6.0 8.0 7.6
- ASEAN-5: 4.9 4.9 5.1 5.2 0.1 0.0 4.8 5.2 5.2
- Amerika Latin dan Karibia: 0.1–1.0 1.0 1.9–0.1–0.1–1.3 1.6 2.1
- Brasil: –3.8–3.6 0.3 1.3 0.1–0.4–2.5 1.5 1.7
- Meksiko: 2.6 2.3 1.9 2.0 0.2 0.0 2.3 0.9 3.2
- Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan: 2.7 5.0 2.6 3.3 0.0–0.1
- Arab Saudi: 4.1 1.7 0.1 1.1–0.3–0.2 2.2 0.6 1.4
- Afrika Sub-Sahara: 3.4 1.3 2.7 3.5 0.1 0.0
- Nigeria: 2.7–1.6 0.8 1.9 0.0 0.0
- Afrika Selatan: 1.3 0.3 1.0 1.2 0.2–0.4 0.4 1.3 1.1
- Negara Sedang Berkembang Berpendapatan Rendah: 4.6 3.6 4.6 5.2–0.1–0.1
- Pertumbuhan Dunia Berdasarkan Nilai Tukar Pasar: 2.7 2.5 2.9 3.0 0.0 0.0 2.6 2.8 3.0
- Volume Perdagangan Dunia (barang dan jasa): 2.6 2.3 4.0 3.9 0.2 0.0
- Harga Komoditas (Dolar A.S.) — Minyak: –47.2–15.7 21.2 0.1–7.7 0.4 16.2 6.2–0.8
- Harga Komoditas (Dolar A.S.) — Non-bahan-bakar (rata-rata didasarkan pada bobot ekspor): –17.5–1.8 5.4–1.4–3.1–0.1 9.9 0.1 0.1
- Harga Konsumen — Negara Maju: 0.3 0.8 1.9 1.8–0.1–0.1 1.2 1.7 2.0
- Harga Konsumen — Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 4.7 4.3 4.5 4.6–0.2 0.2 3.7 4.0 3.9
- Rate Penawaran Interbank London (persen) — Atas Deposito Dolar A.S. (enam bulan): 0.5 1.1 1.6 2.2–0.1–0.6

Catatan penting:
- Nilai tukar ef fective real diasumsikan konstan pada tingkat yang berlaku selama kurun 3 Mei - 31 Mei, 2017.
- Untuk Output Dunia, taksiran kuartalan dan proyeksi mewakili sekitar 90 persen dari output dunia tahunan pada bobot purchasing-power-parity.
- Untuk Pasar Emerging dan Sedang Berkembang, taksiran kuartalan dan proyeksi mewakili sekitar 80 persen dari output pasar berkembang cepat dan sedang berkembang tahunan pada bobot purchasing-power-parity.
- Untuk India, data dan ramalan disajikan berdasarkan tahun fiskal, dan PDB dari 2011 ke depan didasarkan pada PDB pada harga pasar dengan FY2011/12 sebagai tahun basis.
- Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam (ASEAN-5).
- Rata-rata tingkat pertumbuhan untuk volume ekspor dan impor (barang dan jasa).
- Rata-rata harga minyak mentah U.K. Brent, Dubai Fateh, dan West Texas Intermediate. Harga rata-rata untuk minyak dalam dolar A.S. satu barel adalah $42.8 pada 2016; harga asumsi berdasarkan futures markets (pada 1 Juni, 2017) adalah $51.9 pada 2017 dan $52.0 pada 2018.
- Tidak termasuk Argentina dan Venezuela.

*WEO Update, July 2017 — Section 1 (Indonesian); Source: 0717weoupdatei - Section 2 (WEO Update, July 2017).*

### Section 1

### Sebuah Pemulihan yang Menguat

### Ringkasan utama
- Peningkatan dalam pertumbuhan global yang diantisipasi dalam WEO April masih berjalan sesuai dengan proyeksi output global sebesar 3,5 persen pada 2017 dan 3,6 persen pada 2018.
- Proyeksi global yang tidak berubah itu menyembunyikan kontribusi berbeda-beda pada tingkat negara:
  - Proyeksi pertumbuhan A.S. lebih rendah dibandingkan April, terutama mencerminkan asumsi kebijakan fiskal akan kurang ekspansif.
  - Pertumbuhan telah direvisi untuk Jepang dan khususnya kawasan euro, dengan momentum yang mantap.
  - Proyeksi pertumbuhan Tiongkok direvisi ke atas, mencerminkan kuartal pertama 2017 yang kuat dan harapan dukungan fiskal berkesinambungan.
- Inflasi di ekonomi negara-negara maju tetap lemah dan umumnya di bawah sasaran; inflasi juga menurun di beberapa ekonomi emerging seperti Brasil, India, dan Rusia.
- Risiko jangka pendek relatif seimbang; risiko jangka menengah masih cenderung kurang menguntungkan.

### Perkiraan dan Proyeksi
- Proyeksi global:
  - Pertumbuhan global diproyeksikan 3,5 persen pada 2017 dan 3,6 persen pada 2018 (tidak berubah dari ramalan April untuk agregat global).
  - Pertumbuhan global untuk 2016 kini diramalkan 3,2 persen.
- Negara maju:
  - Amerika Serikat: ramalan pertumbuhan direvisi dari 2,3 persen menjadi 2,1 persen pada 2017, dan dari 2,5 persen menjadi 2,1 persen pada 2018.
  - Inggris: ramalan pertumbuhan direvisi lebih rendah untuk 2017.
  - Kawasan euro (Perancis, Jerman, Italia, Spanyol): proyeksi 2017 direvisi lebih tinggi.
  - Kanada: pertumbuhan kuartal-pertama sampai 3,7 persen; proyeksi 2017 direvisi lebih tinggi.
  - Jepang: proyeksi 2017 direvisi marginal lebih tinggi.
- Negara emerging dan sedang berkembang:
  - Agregat: naik dari 4,3 persen pada 2016 menjadi 4,6 persen pada 2017, dan 4,8 persen pada 2018.
  - Revisi relatif terhadap April: +0,2 persen untuk 2016 dan +0,1 persen untuk 2017 pada agregat emerging.
  - Tiongkok: diperkirakan tetap 6,7 persen pada 2017 (sama seperti 2016) dan menurun sedikit pada 2018 menjadi 6,4 persen; ramalan 2017 direvisi ke atas sebesar 0,1 persen, dan untuk 2018 direvisi ke atas sebesar 0,2 persen.
  - India: pertumbuhan 2016 pada 7,1 persen; pertumbuhan diproyeksikan meningkat pada 2017 dan 2018 sesuai ramalan April.
  - ASEAN-5: pertumbuhan diproyeksikan tetap mantap sekitar 5 persen.
  - Turki: ramalan 2017 lebih besar didorong oleh pemulihan ekspor.
  - Rusia: diproyeksikan pulih secara bertahap pada 2017 dan 2018 sesuai ramalan April.
  - Brasil: ramalan pertumbuhan 2017 kini lebih tinggi; proyeksi 2018 lebih kecil karena kelemahan permintaan domestik dan ketidak-pastian politik.
  - Meksiko: ramalan 2017 direvisi ke atas dari 1,7 menjadi 1,9 persen; ramalan 2018 tidak berubah.
- Kawasan lain:
  - Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, Pakistan: diproyeksikan banyak melambat pada 2017 terutama karena penurunan kegiatan di negara pengekspor minyak, sebelum pulih pada 2018.
  - Afrika Sub-Sahara: pertumbuhan diproyeksikan naik pada 2017 dan 2018 tetapi hanya hampir mencapai teritori positif dari segi per kapita tahun ini untuk keseluruhan kawasan; sekitar sepertiga negara di kawasan akan tetap mengalami pertumbuhan per kapita negatif.

### Perkembangan pasar, komoditas, dan aliran modal
- Komoditas dan inflasi:
  - Harga minyak sudah turun, mencerminkan tingkat inventori tinggi di Amerika Serikat dan kenaikan persediaan.
  - Inflasi headline umum melunak; inflasi inti umumnya tetap stabil.
  - Beberapa negara emerging seperti Brasil dan Rusia menyaksikan penurunan inflasi inti yang besar.
- Obligasi dan pasar ekuitas:
  - Yield obligasi jangka panjang di negara maju turun sejak Maret lalu naik lagi pada akhir Juni dan awal Juli.
  - Bank Sentral A.S. menaikkan suku bunga jangka pendek pada Juni, tetapi pasar masih mengharapkan jalur bertahap normalisasi kebijakan moneter A.S.
  - Tebaran obligasi Jerman mengecil di Perancis, Italia, dan Spanyol setelah ketidak-pastian pemilihan berkurang.
  - Harga ekuitas di negara maju tetap kuat; pasar emerging juga menunjukkan penguatan ekuitas dan penyusutan tebaran suku bunga, kecuali eksportir minyak yang tertekan.
- Nilai tukar dan aliran modal:
  - Sejak akhir Juni, dolar A.S. mengalami depresiasi sekitar 3½ persen dari segi real effective sejak Maret.
  - Euro menguat sekitar 3½ persen karena meningkatnya kepercayaan terhadap pemulihan kawasan euro dan penurunan risiko politik.
  - Perubahan nilai tukar di mata uang emerging relatif kecil; peso Meksiko agak menguat; real Brasil mengalami depresiasi.
  - Aliran modal ke negara emerging tetap bertahan pada bulan-bulan pertama 2017, dengan kenaikan penting dalam aliran masuk portfolio non-penduduk.

### Risiko
- Gambaran umum:
  - Risiko jangka pendek umumnya berimbang; risiko jangka menengah cenderung pesimis.
- Risiko spesifik yang diidentifikasi:
  - Pelaksanaan kebijakan fiskal A.S. bisa bersisi dua: stimulus fiskal dapat mendorong output di atas baseline; konsolidasi belanja akan menurunkannya.
  - Koreksi pasar akibat valuasi pasar yang kaya dan volatilitas yang sangat rendah bisa meredam pertumbuhan dan kepercayaan.
  - Pengalihan kebijakan di Tiongkok yang lebih mendukung (termasuk pertumbuhan kredit yang kuat) meningkatkan risiko negatif untuk pertumbuhan jangka menengah dan risiko kerugian karena kenaikan hutang apabila penyesuaian fiskal ditunda.
  - Normalisasi kebijakan moneter yang lebih cepat di Amerika Serikat bisa memperketat kondisi finansial global, memicu pembalikan arus modal ke negara emerging, dan mengapresiasi dolar A.S., menekan ekonomi dengan hutang besar atau patok dolar.
  - Neraca bank yang lemah di beberapa negara kawasan euro dan prospek profitabilitas yang buruk bisa berinteraksi dengan risiko politik dan memicu keprihatinan stabilitas finansial serta kenaikan suku bunga jangka panjang yang memperburuk dinamika hutang publik.
  - Kemunduran atas penguatan regulasi finansial dan pengawasan sejak krisis bisa mengurangi buffer modal dan likuiditas atau melemahkan efektivitas pengawasan.
  - Penurunan harga komoditas yang berkepanjangan akan memperburuk tekanan makro-ekonomi dan mempersulit penyesuaian di banyak negara pengekspor komoditas.
  - Kurun ketidak-pastian kebijakan yang berlarut-larut (misalnya kebijakan regulasi dan fiskal A.S., perundingan pasca-Brexit, risiko geopolitik) bisa merugikan kepercayaan, menghambat investasi swasta, dan memperlemah pertumbuhan.
  - Untuk jangka panjang, kegagalan mendorong pertumbuhan potensial dan membuat pertumbuhan lebih inklusif bisa memicu proteksionisme dan menghambat reformasi.

### Rekomendasi kebijakan dan fokus reformasi
- Kebijakan makroekonomi:
  - Penetapan kebijakan harus tetap konsisten dengan penghapusan harapan inflasi sesuai sasaran, menutup senjang output, dan - di mana tepat - penyeimbangan kembali eksternal.
  - Mengingat inflasi inti dan tekanan upah yang lemah, kebijakan perlu tetap berorientasi pada mencapai sasaran inflasi dan menutup output gap.
- Reformasi struktural:
  - Reformasi untuk mendorong output potensial sangat penting di mana-mana.
  - Karena pertumbuhan output keseluruhan lamban, berbagi kemajuan secara lebih luas dan lintas distribusi pendapatan menjadi semakin penting.
- Stabilitas finansial:
  - Risiko stabilitas finansial perlu dipantau secara ketat di dalam ekonomi negara-negara.
  - Di Tiongkok, perlu meneruskan fokus pada tanggapan terhadap risiko sektor finansial dan mengerem pertumbuhan kredit yang berlebihan, termasuk lewat kebijakan makroprudensial lebih ketat.
  - Hindari kemunduran atas penguatan regulasi finansial dan pengawasan yang telah dicapai sejak krisis.
- Kebijakan bagi eksportir komoditas:
  - Eksportir komoditas harus meneruskan penyesuaian dengan pendapatan yang lebih rendah sambil melakukan diversifikasi terhadap sumber pertumbuhan mereka seiring waktu.

*WEO Update, July 2017 — Section 1 (Indonesian)*

### Section 2

### 0717weoupdatei - Section 2

### Risiko dan dampak utama
- Hasilnya bisa berupa gangguan pada mata rantai pasokan global, produktivitas global yang menurun, dan produk konsumen yang tidak terjangkau, yang sebagian besar akan merugikan rumah tangga berpendapatan rendah.
- Di antara faktor-faktor non-ekonomi, ketegangan geo-politik yang meningkat, pertikaian politik domestik, dan goncangan akibat pemerintahan lemah dan korupsi, semuanya bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi.
- Risiko-risiko ini saling terhubungkan dan bisa saling memperkuat. Contoh hubungan saling memperkuat:
  - Sebuah pengalihan kedalaman dari kebijakan bisa dikaitkan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat dan keengganan semakin besar menghadapi risiko global.
  - Goncangan non-ekonomi bisa berpengaruh langsung pada kegiatan ekonomi serta juga merugikan kepercayaan dan sentimen pasar.
  - Pengetatan kondisi finansial global secara lebih cepat dari antisipasi sebelumnya atau sebuah pengalihan ke arah proteksionisme di dalam ekonomi negara maju bisa memicu kembali tekanan aliran modal keluar dari negara-negara emerging.

### Opsi kebijakan dan rekomendasi
- Akibatnya, opsi-opsi kebijakan akan menjadi penting dalam menciptakan prospek dan mengurangi risiko.
- Memperkuat momentum:
  - Perilaku berbeda terhadap kebijakan moneter dan fiskal adalah pendekatan yang tepat, mengingat kondisi siklis yang beragam.
  - Di negara-negara maju di mana permintaan masih lesu dan inflasi terlalu rendah, dukungan moneter dan (di mana laik) fiskal harus diteruskan.
  - Di tempat lainnya kebijakan moneter harus menjadi normal secara bertahap, sesuai dengan perkembangan ekonomi, dan kebijakan fiskal harus difokuskan kepada dukungan untuk reformasi yang ditujukan pada perluasan potensi suplai ekonomi.
  - Negara-negara yang membutuhkan konsolidasi fiskal harus melakukannya dengan langkah-langkah yang ramah terhadap pertumbuhan.
  - Negara dengan ekonomi emerging harus terus membiarkan nilai tukar meredam goncangan, kapan saja hal itu dimungkinkan.
- Membuat pertumbuhan handal dan berimbang:
  - Upaya untuk mempercepat perbaikan neraca sektor swasta dan menjamin kesinambungan dari hutang publik adalah fondasi penting demi terselenggaranya pemulihan yang kuat.
  - Jadi upaya dari negara-negara baik yang surplus maupun yang defisit adalah mengurangi ketidak-seimbangan dalam neraca transaksi berjalan mereka.
- Mempertahankan pertumbuhan tinggi dan inklusif dalam jangka panjang:
  - Sasaran menuntut reformasi struktural yang terurut secara baik dan disesuaikan guna mendorong produktivitas dan investasi.
  - Langkah-langkah untuk memperkecil senjang partisipasi gender dalam pasar tenaga kerja, dan dukungan aktif untuk mereka yang dirugikan oleh perubahan dalam teknologi atau perdagangan.
- Prioritas untuk negara berkembang dan berpendapatan rendah, khususnya eksportir komoditas:
  - Eksportir komoditas umumnya membutuhkan penyesuaian besar untuk memperbaiki ketidak-seimbangan makroekonomi.
  - Tantangan lebih besar untuk eksportir bahan bakar akibat turunnya harga minyak yang tak berkeputusan.
  - Sasaran umum: meningkatkan ketahanan terhadap goncangan potensial di masa depan lewat penguatan posisi fiskal dan cadangan valuta asing sementara pertumbuhan masih kuat.

### Multilateralisme dan kerja sama internasional
- Sebuah kerangka kerja multi-lateral yang berfungsi dengan baik untuk hubungan ekonomi internasional merupakan unsur kunci bagi pertumbuhan yang kuat, berkesinambungan, berimbang, dan inklusif.
- Mengupayakan kebijakan zero-sum hanya akan merugikan semua negara; sejarah telah membuktikannya.
- Karena kebijakan nasional saling berinteraksi dan menciptakan efek samping lintas negara, ekonomi dunia akan berfungsi lebih baik jika penyusun kebijakan terlibat dalam dialog secara berkala dan bekerja di dalam batas-batas mekanisme yang disepakati guna mengatasi perbedaan-perbedaan.
- Sistem perdagangan dunia yang berbasis aturan dan terbuka sangat penting untuk kemakmuran global, tetapi harus didukung oleh kebijakan domestik untuk memfasilitasi penyesuaian, tidak hanya untuk perdagangan tetapi juga untuk menghadapi perubahan teknologi secara cepat.
- Masyarakat internasional harus terus menyesuaikan sistem multilateral terhadap ekonomi global yang berubah-ubah:
  - Dialog aktif dan kerjasama akan membantu memperbaiki dan memodernisir aturan-aturan, sambil menanggapi keprihatinan yang beralasan.
  - Proses ini akan menjamin manfaat bersama dan adil yang berkesinambungan.
  - Bersama dengan kebijakan domestik yang kuat, hal ini juga akan mencegah penarikan secara luas dari multilateralisme, baik lewat proteksionisme atau berlomba-lomba mengabaikan pengawasan finansial dan regulasi.

### Proyeksi dan angka utama (pilihan)
- Output Dunia: 3.4 3.2 3.5 3.6 0.0 0.0 3.2 3.5 3.7
- Negara Maju: 2.1 1.7 2.0 1.9 0.0–0.1 2.0 1.9 1.9
- Amerika Serikat: 2.6 1.6 2.1 2.1–0.2–0.4 2.0 2.0 2.3
- Kawasan Euro: 2.0 1.8 1.9 1.7 0.2 0.1 1.8 1.9 1.7
- Jepang: 1.1 1.0 1.3 0.6 0.1 0.0 1.6 1.2 0.5
- Inggris: 2.2 1.8 1.7 1.5–0.3 0.0 1.9 1.4 1.4
- Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 4.3 4.3 4.6 4.8 0.1 0.0 4.2 4.9 5.2
- Negara Emerging dan Sedang Berkembang Asia: 6.8 6.4 6.5 6.5 0.1 0.1 6.3 6.6 6.5
- Tiongkok: 6.9 6.7 6.7 6.4 0.1 0.2 6.8 6.4 6.4
- India: 8.0 7.1 7.2 7.7 0.0 0.0 6.0 8.0 7.6
- ASEAN-5: 4.9 4.9 5.1 5.2 0.1 0.0 4.8 5.2 5.2
- Amerika Latin dan Karibia: 0.1–1.0 1.0 1.9–0.1–0.1–1.3 1.6 2.1
- Brasil: –3.8–3.6 0.3 1.3 0.1–0.4–2.5 1.5 1.7
- Meksiko: 2.6 2.3 1.9 2.0 0.2 0.0 2.3 0.9 3.2
- Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan: 2.7 5.0 2.6 3.3 0.0–0.1
- Arab Saudi: 4.1 1.7 0.1 1.1–0.3–0.2 2.2 0.6 1.4
- Afrika Sub-Sahara: 3.4 1.3 2.7 3.5 0.1 0.0
- Nigeria: 2.7–1.6 0.8 1.9 0.0 0.0
- Afrika Selatan: 1.3 0.3 1.0 1.2 0.2–0.4 0.4 1.3 1.1
- Negara Sedang Berkembang Berpendapatan Rendah: 4.6 3.6 4.6 5.2–0.1–0.1
- Pertumbuhan Dunia Berdasarkan Nilai Tukar Pasar: 2.7 2.5 2.9 3.0 0.0 0.0 2.6 2.8 3.0
- Volume Perdagangan Dunia (barang dan jasa): 2.6 2.3 4.0 3.9 0.2 0.0
- Harga Komoditas (Dolar A.S.) — Minyak: –47.2–15.7 21.2 0.1–7.7 0.4 16.2 6.2–0.8
- Harga Komoditas (Dolar A.S.) — Non-bahan-bakar (rata-rata didasarkan pada bobot ekspor): –17.5–1.8 5.4–1.4–3.1–0.1 9.9 0.1 0.1
- Harga Konsumen — Negara Maju: 0.3 0.8 1.9 1.8–0.1–0.1 1.2 1.7 2.0
- Harga Konsumen — Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 4.7 4.3 4.5 4.6–0.2 0.2 3.7 4.0 3.9
- Rate Penawaran Interbank London (persen) — Atas Deposito Dolar A.S. (enam bulan): 0.5 1.1 1.6 2.2–0.1–0.6
- Catatan penting:
  - Nilai tukar ef fective real diasumsikan konstan pada tingkat yang berlaku selama kurun 3 Mei - 31 Mei, 2017.
  - Untuk Output Dunia, taksiran kuartalan dan proyeksi mewakili sekitar 90 persen dari output dunia tahunan pada bobot purchasing-power-parity.
  - Untuk Pasar Emerging dan Sedang Berkembang, taksiran kuartalan dan proyeksi mewakili sekitar 80 persen dari output pasar berkembang cepat dan sedang berkembang tahunan pada bobot purchasing-power-parity.
  - Untuk India, data dan ramalan disajikan berdasarkan tahun fiskal, dan PDB dari 2011 ke depan didasarkan pada PDB pada harga pasar dengan FY2011/12 sebagai tahun basis.
  - Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam (ASEAN-5).
  - Rata-rata tingkat pertumbuhan untuk volume ekspor dan impor (barang dan jasa).
  - Rata-rata harga minyak mentah U.K. Brent, Dubai Fateh, dan West Texas Intermediate. Harga rata-rata untuk minyak dalam dolar A.S. satu barel adalah $42.8 pada 2016; harga asumsi berdasarkan futures markets (pada 1 Juni, 2017) adalah $51.9 pada 2017 dan $52.0 pada 2018.
  - Tidak termasuk Argentina dan Venezuela.

*Source: 0717weoupdatei - Section 2 (WEO Update, July 2017).*

---


_Source: https://www.imf.org/-/media/files/publications/weo/2017/july/bahasa/0717weoupdatei.pdf_
