Pembaruan prospek ekonomii duniia
World Economic Outlook, July 2017
Source details
- Canonical URL
- Pembaruan prospek ekonomii duniia
Other formats
Bibliographic details
- Published: July 23, 2017
Intisari utama
- Proyeksi output global tetap sebesar 3,5 persen pada 2017 dan 3,6 persen pada 2018, konsisten dengan WEO April.
- Proyeksi pertumbuhan berbeda-beda antar negara: revisi turun terutama untuk Amerika Serikat; revisi naik untuk banyak negara kawasan euro dan Tiongkok.
- Inflasi inti di negara maju umumnya lemah dan di bawah sasaran; beberapa negara emerging seperti Brasil, India, dan Rusia melihat penurunan inflasi.
- Risiko jangka pendek relatif seimbang; risiko jangka menengah cenderung ke sisi kurang menguntungkan.
Proyeksi pertumbuhan global (temuan terpenting)
- Output Dunia: 2016 = 3.2; 2017 = 3.5; 2018 = 3.6.
- Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 2016 = 4.3; 2017 = 4.6; 2018 = 4.8.
- Negara Maju (agregat): 2016 = 1.7; 2017 = 2.0; 2018 = 1.9 (perbedaan -0.1 dari proyeksi April pada 2018).
- Pertumbuhan global 2016 taksiran = 3.2 persen (lebih kuat dibanding April karena revisi untuk Iran dan India).
- Negara tertentu (terpilih):
- Amerika Serikat: 2015 = 2.6; 2016 = 1.6; revisi: 2017 dari 2.3 menjadi 2.1; 2018 dari 2.5 menjadi 2.1.
- Tiongkok: 2015 = 6.9; 2016 = 6.7; 2017 = 6.7; 2018 = 6.4; revisi 2017 naik 0.1; revisi 2018 naik 0.2.
- India: 2016 = 7.1; proyeksi 2017 = 7.2; 2018 = 7.7; 2016 aktual 7.1 (disebut lebih tinggi dari antisipasi).
- Kanada: kuartal pertama 2017 pertumbuhan q/q sampai 3,7 persen.
- Brasil: 2016 = –3.6; revisi 2017 lebih tinggi karena kuartal pertama yang kuat; proyeksi 2018 lebih lemah.
- Meksiko: 2017 revisi ke atas dari 1,7 menjadi 1,9 persen.
- Volume perdagangan dunia (barang dan jasa): 2016 = 3.9; proyeksi 2017 = 4.0.
- Harga minyak (rata-rata per barel): 2016 = $42.8; asumsi futures markets (1 Juni, 2017) = $51.9 pada 2017 dan $52.0 pada 2018.
- Harga komoditas non-bahan-bakar: perubahan 2016 = –1.8; 2017 = 5.4; 2018 = –1.4 (rata-rata berdasarkan bobot ekspor komoditas dunia).
Perkembangan siklis, pasar finansial, dan nilai tukar
- Pemulihan siklis berkelanjutan: kuartal pertama 2017 lebih kuat dari perkiraan di banyak negara emerging (Brasil, Tiongkok, Meksiko) dan beberapa negara maju (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol).
- Perdagangan global dan produksi industri tetap di atas tingkat 2015-2016 meskipun melambat dari laju akhir 2016/awal 2017.
- Pasar obligasi dan ekuitas: yield obligasi jangka panjang naik pada akhir Juni/awal Juli setelah penurunan sejak Maret; ekuitas negara maju tetap kuat; tebaran obligasi Jerman mengecil di Perancis, Italia, dan Spanyol.
- Nilai tukar sejak Maret sampai akhir Juni: dolar A.S. terdepresiasi sekitar 3½ persen secara real effective; euro menguat sekitar 3½ persen.
- Aliran modal: aliran modal ke negara emerging bertahan pada bulan-bulan pertama 2017 dengan kenaikan penting dalam aliran masuk portfolio non-penduduk.
Risiko utama (ringkasan dan saling keterkaitan)
- Risiko jangka pendek: secara luas seimbang.
- Risiko jangka menengah: condong pada sisi pesimis.
- Risiko spesifik:
- Koreksi pasar akibat valuasi pasar yang kaya dan volatilitas sangat rendah.
- Peralihan kebijakan di Tiongkok yang lebih mendukung → risiko negatif untuk pertumbuhan jangka menengah (kenaikan hutang).
- Normalisasi kebijakan moneter di negara maju (terutama AS) yang lebih cepat dari antisipasi → pengetatan kondisi finansial global.
- Penurunan harga komoditas yang berkepanjangan → memperberat penyesuaian bagi eksportir komoditas.
- Ketidakpastian kebijakan yang berlarut-larut (regulasi AS, pasca-Brexit, risiko geopolitik).
- Kemunduran atas penguatan regulasi finansial dan pengawasan pasca-krisis → risiko stabilitas finansial.
- Interaksi risiko: pengalihan ke kebijakan dalam negeri dapat terkait dengan ketegangan geopolitik; pengetatan kondisi finansial global dapat memicu aliran modal keluar dari negara emerging; goncangan non-ekonomi dapat memperburuk kepercayaan dan sentimen pasar.
Rekomendasi kebijakan
- Memperkuat momentum jangka pendek:
- Di negara maju dengan permintaan lesu dan inflasi rendah: teruskan dukungan moneter dan, bila layak, dukungan fiskal.
- Di negara yang perlu normalisasi moneter: lakukan secara bertahap sesuai kondisi ekonomi.
- Kebijakan fiskal harus fokus mendukung reformasi untuk memperluas potensi suplai.
- Negara yang membutuhkan konsolidasi fiskal: lakukan langkah-langkah ramah-pertumbuhan.
- Negara emerging: biarkan nilai tukar meredam goncangan bila memungkinkan.
- Menyeimbangkan neraca dan mempertahankan keandalan pertumbuhan:
- Percepat perbaikan neraca sektor swasta dan jaga kesinambungan hutang publik.
- Kurangi ketidakseimbangan dalam neraca transaksi berjalan bagi negara surplus dan defisit.
- Meningkatkan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif:
- Reformasi struktural terurut untuk produktivitas dan investasi.
- Langkah mengurangi kesenjangan partisipasi gender di pasar tenaga kerja.
- Dukungan aktif bagi kelompok yang dirugikan oleh perubahan teknologi dan perdagangan.
- Prioritas khusus untuk negara berkembang dan berpendapatan rendah:
- Eksportir komoditas perlu penyesuaian besar; diversifikasi sumber pertumbuhan.
- Perkuat posisi fiskal dan cadangan valuta asing untuk meningkatkan ketahanan terhadap goncangan.
- Multilateral:
- Pertahankan kerangka kerja multilateral yang berfungsi; hindari kebijakan zero-sum dan proteksionisme.
- Dialog dan kerjasama internasional untuk memodernisir aturan-aturan dan menanggapi keprihatinan yang beralasan.
Statistik kunci terpilih (persen, kecuali dinyatakan lain)
- Output Dunia: 2015 = 3.4; 2016 = 3.2; 2017 = 3.5; 2018 = 3.6.
- Negara Maju: 2015 = 2.1; 2016 = 1.7; 2017 = 2.0; 2018 = 1.9.
- Negara Pasar Emerging dan Sedang Berkembang: 2015 = 4.3; 2016 = 4.3; 2017 = 4.6; 2018 = 4.8.
- Tiongkok: 2015 = 6.9; 2016 = 6.7; 2017 = 6.7; 2018 = 6.4.
- India: 2015 = 8.0; 2016 = 7.1; 2017 = 7.2; 2018 = 7.7.
- Volume Perdagangan Dunia (barang dan jasa): 2016 = 3.9; 2017 = 4.0.
- Harga minyak (USD per barel): 2016 = $42.8; 2017 (futures) = $51.9; 2018 (futures) = $52.0.
- Perubahan harga minyak: 2015 = –47.2; 2016 = –15.7; 2017 = 21.2; 2018 = –7.7 (persentase per sumber tabel).
Sumber: Pembaruan prospek ekonomii duniia — World Economic Outlook Update, Juli 2017 (konten halaman).
Content in this bundle
- Update ekonomi dunia update Juli 2017